Afrizal Malna dan Titarubi: Merajut Cinta Yang Hilang

Sabrank Suparno *

Bagi kalangan perteateran dan sastra (puisi), siapa yang tidak mengenal sosok melankolis Afrizal Malna? Tokoh yang disebut-sebut sebagai seniman multidimensi, tajam sebagai seniman, sekaligus peka sebagai sosiolog. Sosok kondang sebagai tokoh kontroversi di era-korup, kolusif terhadap kebijakan orba, sekaligus eksis menjumpai generasi kontemporer setelah rezim orba tumbang. Continue reading “Afrizal Malna dan Titarubi: Merajut Cinta Yang Hilang”

Remo

Sabrank Suparno *

Winarsih berubah menjadi laki-laki, benar-benar berubah. Ia tampan, gagah, tanggap, cekatan, mengesankan. Busananya pun mentereng, dengan pernik warna-warni elegan, ditambah udeng kepala yang terselip lipatan berujung lancip ke atas, betapa ia seorang ksatria wibawa di medan laga yang kesaktiannya melindungi rakyat jelata. Bahkan lebih cocok jika namanya diganti Joko Galing, Joko Sambang, atau Joko Sembung, sebab gelagat, paras, naluri, kekuatannya tak selembek wanita lagi. Continue reading “Remo”

Sastra (mistik) Puncak Merapi

(Catatan Orang Maiyah Sebagai Relawan Merapi)
Sabrank Suparno

Seberapa maksimalkah kemampuan media, relawan, tim SAR, atau pihak terkait sekali pun dalam pemberitaan hiruk pikuk seputar Merapi? Pertanyaan diatas jika ditarik pendekatan metodologi semisal dari 293 titik pengungsi, ternyata yang didatangi media massa sebagai bahan liputan hanya 2 prosennya saja, tentu akurasi datanya tak memadai untuk dijadikan bahan kaji metodologi keilmuan dalam rangka menentukan ketepatan penyelesaian Merapi tahun tahun mendatang. Continue reading “Sastra (mistik) Puncak Merapi”

Dowong: Kampung Halaman Dunia

(Catatan super sepeleh, super ringan, super ceketer dari penulis)

Sabrank Suparno

Saat Carlos Miquel Fonseca Horta (seniman asal Portugal) sms kalau dia hendak datang ke rumah di Dowong-Plosokerep, kecamatan Sumobito-Jombang, saya bilang ke ibu, “akan ada tamu, turis. Nanti suguhannya (jamuan) kita membikin jajan ndeso saja: gentilut, jemblem, utem-utem, brubi, gethuk. Makan pun kita sediakan nasi jagung, supaya ia merasakan jenis makanan ndeso.” Continue reading “Dowong: Kampung Halaman Dunia”

Alloh: Cahaya di Atas Cahaya

(Catatan pengajian Padhang mBulan tanggal 19 Pebruari 2011)
Sabrank Suparno

Alloh? Sepertinya kita sudah mengenal, entah berapa prosen perangkat informasi tentang Dia yang pernah kita terima. Atau, sesungguhnya kita adalah bagian dari susunan ‘tubuh’Nya dalam struktur berjenjang makro kosmos, namun karena kita tidak terima untuk mengakui bahwa kita bagian terkecil dariNya dan kita berhasrat menggebu menarik Dia ke dalam bagian kita, segala kesuksesan, segala apa yang kita miliki, membuat kita enggan mengakui bahwa sebetulnya kita sudah berada di dalamNya. Continue reading “Alloh: Cahaya di Atas Cahaya”

Bahasa »