Cyber Sastra: Perlawanan terhadap Hegemoni dalam Sastra Indonesia

Yulhasni *
balaibahasasumut.kemdikbud.go.id 17 Jan 2017

Dalam khazanah Sejarah Sastra Indonesia, perkembangan karya sastra selalu identik dengan proses kreativitas yang mengikutinya. Sejak pertama sekali Sastra Indonesia Modern diperkenalkan dalam panggung politik Indonesia, maka sejarah kemudian mencatat beberapa bagian penting yang harus dipahami masyarakat, yakni tokoh, waktu, dan peristiwa sastra. Dengan demikian, ruang lingkup pembicaraan sastra tidak melebar terlalu jauh dan bisa dimaknai sebagai lahirnya tanda-tanda dari proses kreatif tersebut. Continue reading “Cyber Sastra: Perlawanan terhadap Hegemoni dalam Sastra Indonesia”

Pasang Surut Penerbitan Novel dalam Sastra NTT

Yohanes Sehandi *
SKM Flores Pos Net, edisi Minggu II, Agu 2021

Sebelum membahas pasang surut penerbitan karya novel dalam sastra NTT, saya perlu menginformasikan data jumlah buku novel karya para sastrawan NTT sejak terbit pertama kali tahun 1964 sampai dengan pertengahan 2021 (selama 57 tahun) ini. Selama 57 tahun ini, penerbitan buku novel dalam sastra NTT berjumlah 84 judul, karya belasan sastrawan NTT. Continue reading “Pasang Surut Penerbitan Novel dalam Sastra NTT”

BEKAL LANJUT PENGAPRESIASI SASTRA (17)

Djoko Saryono *

Yang dimaksud dengan bekal lanjut pengapresiasi sastra ialah bekal tambahan atau berikutnya yang seyogianya dimiliki oleh pengapresiasi sastra agar dapat melakukan kegiatan apresiasi sastra secara lebih bermakna, meluas, mendalam, kaya, dan tajam. Bekal lanjut ini tidak harus dimiliki, tetapi sebaiknya atau seyogianya dimiliki. Jika tidak dimiliki, seorang pengapresiasi sastra tetap dapat melakukan kegiatan apresiasi sastra. Jika dimiliki, seorang pengapresiasi sastra bukan hanya dapat melakukan kegiatan apresiasi sastra, melainkan juga meluaskan dan mendalamkan perolehan kegiatan apresiasi sastra. Continue reading “BEKAL LANJUT PENGAPRESIASI SASTRA (17)”

Bahasa »