TRIBUT PENDEK UNTUK PARA PENERJEMAH YANG TERHORMAT

Erwin Setia *

Ketimbang untuk para anggota DPR, label ‘yang terhormat’ dan ‘yang mulia’ lebih pantas disematkan untuk para penerjemah. Mereka adalah entitas yang tak doyan mempertontonkan diri ke khalayak sebagaimana para anggota DPR kerap menunjukkan giginya yang paling rompal ke hadapan kamera wartawan. Agaknya tak berlebihan menyebut penerjemah sebagai orang paling ikhlas di alam raya kesenian. Mereka bekerja dalam kesunyian, cenderung dianggap tidak ada, Continue reading “TRIBUT PENDEK UNTUK PARA PENERJEMAH YANG TERHORMAT”

GIBRAN, ATTAR, DAN INGATAN TENTANG CINTA

Mashuri *

Saya lebih dulu mengenal Gibran daripada Attar. Saya mengenal Gibran ketika duduk di bangku Aliyah. Mungkin persoalannya sederhana. Buku-buku Gibran tersedia di perpustakaan umum kota, sedangkan buku-buku Attar tidak ada, sehingga saya sering membaca karya Gibran, terutama Sang Nabi, Taman Sang Nabi, dan Sayap-sayap Patah yang berderet rapi di perpus kota. Semuanya terbitan Pustaka Jaya. Continue reading “GIBRAN, ATTAR, DAN INGATAN TENTANG CINTA”

Bahasa »