
Muhammad Subarkah Continue reading “Polemik di Perkumpulan Penulis Satu Pena”
Sajak-Sajak Imamuddin SA
SALVO
dentum salvo ini hari menggema senyap
dalam lipatan merah dan putih
yang beranjak membentang,
menutup kibaran luka dari hembusan wabah
sebelum kita benar-benar menariknya
hingga ujung tiang dan tenggelam dalam lagu kemerdekaan Continue reading “Sajak-Sajak Imamuddin SA”
Menulis Wajah Rinus
untuk Evi Nunhala
Felix K. Nesi *
Jawa Pos, 21 Juni 2020
SESUDAH misa hari Minggu yang kudus itu, Rinus bertanya apakah saya bisa membantu ia memukuli Danker.
Danker yang mana, saya bertanya, yang sopir oto Widuri atau tukang bangunan dari Malaka?
“Yang sopir,” Rinus menjawab.
“Apa yang ia lakukan kepadamu?” Continue reading “Menulis Wajah Rinus”
Novel Orang-Orang Bertopeng (21)
Dimuat bersambung di harian Sinar Harapan, edisi 27 Maret-10 Mei 2002
Teguh Winarsho AS
TIGA BELAS
SEBUTIR peluru melesat dari moncong senapan dan sebuah botol minuman pecah berserak di atas tanah. Batang-batang rumput patah, tercerai-berai oleh pecahan kaca yang tajam bagaikan mata pedang. Daun-daun remuk oleh getaran peluru yang melesat kencang seperti kilat menyambar wuwungan. Lalu, sepi. Sunyi. Hanya asap tipis mengepul dari moncong senapan dan sepasang bola mata merah, tajam, mengamati pecahan kaca yang remuk itu sembari tertawa. Tak jelas bagaimana bentuk mulut orang itu ketika tertawa karena wajahnya tertutup topeng. Tapi jelas ia seorang laki-laki. Gagah. Kekar. Continue reading “Novel Orang-Orang Bertopeng (21)”
Novelis Felix K. Nesi: Malang Seperti Rumah Saya Sendiri

Sylvianita Widyawati Continue reading “Novelis Felix K. Nesi: Malang Seperti Rumah Saya Sendiri”
