MASALAH INTELEKTUALISME PENGARANG INDONESIA

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Tradisi bersastra dalam kehidupan masyarakat di Nusantara ini, sejak awalnya lahir dan berkembang di lingkungan kaum elite. Dalam kehidupan di lingkungan keraton atau kesultanan, pujangga termasuk golongan priyayi yang hidup dalam sistem pengayoman pihak kerajaan. Dalam hal-hal tertentu, masyarakat tidak jarang memandangnya sebagai utusan raja atau sultan. Oleh karena itu, keberadaan dan profesi mereka tidak hanya ditempatkan secara khusus, tetapi juga diperlakukan dengan memberinya sejumlah hak istimewa (privilege). Continue reading “MASALAH INTELEKTUALISME PENGARANG INDONESIA”

Teror Itu

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

Jika bom itu tak hanya mengejutkan, tapi membuat kita marah dan sedih, jika beberapa orang bahkan menangis pagi itu, ketika dua ledakan membunuh sembilan orang dan melukai entah berapa lagi di Hotel Ritz-Carlton dan JW Marriott di Jakarta, apa sebenarnya yang terjadi? Saya tak tahu persis jawabnya. Kematian dan luka-luka itu mengerikan, tapi saya dengarkan percakapan, saya baca pesan di HP, dan saya mungkin bisa mengatakan bahwa kita marah, sedih, dan menangis karena tiba-tiba kita menyadari, betapa terkait kita dengan sebuah tanah air: Continue reading “Teror Itu”

Abu Zardak*

Fahrudin Nasrulloh
Surabaya Post, 12 JUli 2009

Di dusun Tis di wilayah Qulaiwah, dalam kenangan Abu Zardak, adalah tilas gaib Banul Jan. Dengan hamparan gurun yang kuasa menghisap iman dan ingatan bagi orang yang nekat merambahnya. Dengan pemandangan bebukitan berbatu yang, konon, kilau putihnya, kerap memancarkan sinar berasap pilu-kalut dari airmata Adam dan Hawa. Betapa nelangsa lanskap ini bila diriwayatkan penyair pendusta atau si dukun peramal yang culas. Continue reading “Abu Zardak*”

Regenerasi Penyair Jawa Timur (1 – 4)

Puput Amiranti N *
surabayapost.co.id

“Mimpi terbesar seorang penyair adalah orisinalitas.”
(Subagio Sastrowardoyo)

Regenerasi angkatan baru di bidang kesusasastraan merupakan siklus yang dialami oleh setiap kehadiran tempat yang memiliki potensi khazanah sastra. Apa yang terjadi apabila dunia tanpa regenerasi, apa yang terjadi apabila sebuah khazanah sastra hanya memiliki memori kejayaan di masa lalu belaka. Continue reading “Regenerasi Penyair Jawa Timur (1 – 4)”

Bahasa ยป