(Karena tanda itu meminta alamatnya)

Hudan Hidayat * Continue reading “Aayatun, bukan, Semeion”
(Karena tanda itu meminta alamatnya)

Hudan Hidayat * Continue reading “Aayatun, bukan, Semeion”
Djoko Saryono *
Gagasan-gagasan tasawuf dalam sastra โ yang merupakan transformasi dan manifestasi ajaran-ajaran tasawuf โ biasanya tidak dituangkan secara lugas dan langsung, melainkan sering dituangkan dengan memanfaatkan lambang-lambang (simbol-simbol). Pengalaman-pengalaman mistis atau tasawuf yang sangat subjektif dan acap personal dapat lebih mudah dicerna dan dipahami apabila diejawantahkan ke dalam lambang-lambang. Continue reading “PERLAMBANGAN TASAWUF DALAM SASTRA”
Aprinus Salam *
Mendesain masa depan berbasis kebudayaan adalah bagaimana berpikir, merasakan sesuatu, dan bertindak dengan mempertimbangkan dan mementingkan nilai kemanusiaan, keadilan, atau secara keseluruhan adalah dengan mempertimbangkan berbagai nilai kebajikan (dan kebijaksanaan). Praktik tersebut sekaligus secara kontekstual dihadapkan melawan tantangan (musuh-musuh) kebudayaan. Konsep tersebut secara normatif dan ideologis telah tertulis dalam Pembukaan UUD โ45. Continue reading “KEBUDAYAAN MENDESAIN MASA DEPAN (BAGIAN 4- Selesai)”

A. Syauqi Sumbawi * Continue reading “SETEGUH POHON, Di SEPANJANG TEPIAN SUNGAI ASAL”

Imam Nawawi * Continue reading “Kisah Pangeran Segoro”