Dimuat bersambung di harian Sinar Harapan, edisi 27 Maret-10 Mei 2002
Teguh Winarsho AS
FATMA memang mendengar bunyi ketukan pintu di luar, tapi Fatma tidak menduga jika orang yang mengetuk pintu itu adalah Salman. Umi yang memberi tahu. Tapi kenapa Salman? Ada apa? Fatma bertanya-tanya dalam hati sembari menyisir rambut di depan cermin, selesai mandi. Ada berita pentingkah? Atau apa? Fatma jadi ingat kisah beberapa tahun lalu ketika ia menolak cinta Salman. Pemuda itu kemudian tak pernah lagi terlihat lagi batang hidungnya. Tapi, kini, Salman berani datang ke rumahnya. Ada apa? Continue reading “Novel Orang-Orang Bertopeng (13)”



