
Muhammad Yasir Continue reading “Siti Zubaidah”
Novel Orang-Orang Bertopeng (6)
Dimuat bersambung di harian Sinar Harapan, edisi 27 Maret-10 Mei 2002
Teguh Winarsho AS
Sementara itu, para perempuan yang tadi menemani Hamidah satu persatu pamit pulang. Kini di rumah tinggal Hamidah dan Fatma. Dua perempuan beda usia yang sama-sama sedih. Sama-sama kecewa. Continue reading “Novel Orang-Orang Bertopeng (6)”
KAMBING HITAM
Aprinus Salam *
Dalam kehidupan sehari-hari, ada ruang ketiga yang biasa dijadikan alternatif. Alternatif baik sebagai ruang keranjang sampah masalah maupun sebagai ruang untuk menyelesaikan masalah. Ruang itu kita sebut sebagai Kambing Hitam. Sesuatu yang dituduh dan diprasangkai bersalah.
Mungkin perlu dicari dan dijelaskan mengapa frasa atau ungkapan yang dipilih adalah Kambing Hitam. Apa yang salah pada Kambing sehingga cukup banyak digunakan untuk asosiasi-asosiasi yang negatif, seperti Kambing Bandot, Musang berbulu Domba (maksudnya sama dengan Kambing). Continue reading “KAMBING HITAM”
KIAI YANG TERTAWA
Taufiq Wr. Hidayat *
Dialah seorang kiai dengan ilmu-ilmu agama yang mumpuni. Penguasaannya pada ilmu-ilmu agama Islam tak diragukan, menjadi rujukan banyak orang perihal masalah-masalah keagamaan. Tapi kiai ini punya selera humor yang tinggi, tak segan tertawa terbahak, hari ini mirip Kiai Fadhol Umbulsari, Wongsorejo. Sedikit saja humor sudah membuatnya tertawa. kalau berbicara, wajahnya tampak seakan-akan menahan tawa atau tampak selalu tersenyum. Sangat cair. Dan mengasikkan. Continue reading “KIAI YANG TERTAWA”
WAKTU, SEJARAH, DAN CITRA HEWANI DALAM CERPEN AHJ. KHUZAINI
S. Jai *
JIKA boleh dikata sejarah itu mewaktu, maka sastra meruang.
Tentu saja ini jikalau kita memaksakan diri membedakan antara sejarah dan sastra.
Barangkali keduanya memang berbeda. Boleh jadi pula keduanya sebetulnya sama, atau setidaknya keduanya dapat saling mengutuhkan—jika tak hendak mengatakan apa-apa perihal keduanya. Continue reading “WAKTU, SEJARAH, DAN CITRA HEWANI DALAM CERPEN AHJ. KHUZAINI”
