SAMANASANTA

F. Rahardi
Kompas, 15 Juli 2007

Kamu akan berangkat lewat Denpasar atau Surabaya atau Kupangkah? Bolehkah aku titip diriku karena ini baru pertama aku datang ke Larantuka. Benarkah nama kota di Flores tempat Samanasanta itu Larantuka? Bolehkah?

Aku meninggalkan Paris sudah seminggu lalu, tetapi terlalu lama aku tertahan di Bangkok. Ditambah lagi ketika Jakarta, yang juga sama macet dengan Bangkok, telah menyita banyak sekali waktu. Tetapi aku senang karena bertemu dengan sangat banyak teman, juga musuh. Continue reading “SAMANASANTA”

Sarengas

Gunawan Maryanto
Media Indonesia, 26 Agu 2007

SARENGAS ingin menguasai bahasa. Segala bahasa yang ada di muka dunia. Dari bahasa hewan, tumbuhan hingga manusia. Dengan demikian ia akan menguasai dunia, sebagaimana Sulaiman, panutannya. Maka berangkatlah ia pagi itu ke laut sebagaimana pesan yang didapatnya dalam mimpi. Jika kau ingin menguasai seluruh bahasa di dunia ini, bertapalah di dasar laut, sebagaimana Sulaiman pernah melakukannya. Continue reading “Sarengas”

Catatan Perjalanan dan Kesunyian di Makam Sunan Drajat (VI)

Muhammad Yasir

Pada masa pendidikan lanjutan, aku pernah melempar seorang guru agama dengan sepatu. Bukan tanpa sebab. Belum semua kripik pisang laku terjual – untuk tetap bertahan hidup, Mamakku membuat kripik pisang untuk kujajakan di sekolah, dan keuntungannya yang tidak semahal hotel berbintang tiga untuk seorang perwakilan rakyat dan keluarganya! Perutku yang kurus mulai menuntut kewajibanku merawatnya. Baru saja aku hendak masuk ke kelas-kelas untuk menjajakan, bel sekolah berbunyi tanda pelajaran selanjutnya. Continue reading “Catatan Perjalanan dan Kesunyian di Makam Sunan Drajat (VI)”

Catatan Perjalanan dan Kesunyian di Makam Sunan Giri (V)

Muhammad Yasir

Aku pernah memelihara seekor anjing kampung, anjing pemburu, yang tidak perlu diperdebatkan kehandalannya. Semula, anjing itu milik seorang pemburu tua di tanah-airku. Karena melihat aku kerap memberi makan anjing itu, pemburu tua itu memberikannya padaku. Dan, dalam waktu tidak lebih dari dua bulan, aku menjadi anjing itu, pun sebaliknya. Kami menjadi akrab dan sukar dipisahkan. Continue reading “Catatan Perjalanan dan Kesunyian di Makam Sunan Giri (V)”

Anak Inkubator

Yonathan Rahardjo *
Suara Karya, 19 Jan 2008

Bayi mungil itu meringkuk di dalam inkubator. Ia bernafas cukup berat, kembang-kempisnya dadanya yang di dalam rongganya meringkuk jantung dan paru-paru. Menjadi pratanda betapa organ-organ vital bagi si anak manusia yang baru dilahirkan ibundanya itu mesti menghadapi dunia yang belum tentu ramah pada kehadirannya. Continue reading “Anak Inkubator”

Bahasa ยป