Agus Dermawan T
Suara Pembaruan, 15 Juli 2007
Rumah itu terletak di pojok jalan yang sunyi. Sebuah rumah kuno berlantai dua yang dibangun pada zaman Belanda, dengan arsitektur bergaya Art Nouveau yang menyisakan pesona. Namun sebagus-bagusnya desain bangunan, temanku berkisah, para penghuni rumah loteng itu dalam setiap pergantian zaman selalu saja terkena musibah. Lantaran begitu seringnya, ihwal musibah ini menjadi bahan tutur-tinular bagi orang-orang di sekitarnya. Continue reading “Sejumlah Konon di Rumah Loteng”
