Djoko Saryono *
Meskipun dapat dilakukan secara komunal artau kolektif, apresiasi sastra bekerja secara subjektif, individual, internalistik, momentan, tanpa harus perlu dipandu oleh teori tertentu, dan tak evaluatif. Hal ini berarti bahwa kehadiran apresiasi sastra di tengah-tengah dunia (penghadapan) sastra bukan sebagai ilmu. Dikatakan demikian karena ilmu justru menuntut objektivitas, kolektivitas (sebab mesti bisa diuji oleh orang lain!), rasionalitas, dipergunakannya teori tertentu, dan evaluatif atau eksplanatif. Padahal semua ini tak bisa dipenuhi oleh apresiasi sastra. Continue reading “STATUS KEHADIRAN APRESIASI SASTRA (4)”
