Muhammad Yasir
Seorang hakim telah mengetuk palu tiga kali di ruang pengadilan yang lembab. Seorang lelaki berkulit hitam-legam menatap pijar wajah hakim yang tidak menerima pembelaannya. Kemudian dia bangkit dan mengatakan kepada hakim untuk kembali mempertimbangkan. Apa peduli hakim kepada seorang petani seperti dirinya, hakim itu keluar dengan pengawalan ketat aparatur pengadilan. Jadilah, petani itu diseret seperti seekor bangkai anjing liar yang perutnya mulai menggelembung seakan segera pecah. Continue reading “Tuhan Mengutus Tikus, Manusia Menjadi Tikus”
