; Sesilangan dan Lintasan 20 Tahun Teater Garasi dalam Esai
Sosialisme dari Tepi Sungai Elbe
Ignas Kleden *
Kompas, 6 Juli 1996
HARI itu tanggal 23 Juni 1996, dua hari setelah awal musim panas yang di Eropa selalu dimulai pada 21 Juni. Suhu masih pada 10 hingga 12 derajat Celsius, meski pun dalam keadaan normal suhu biasanya sudah di atas 30 derajat C. Setelah melewatkan seminggu konferensi European Collogium on Indonesian and Malay Studies ke-10 yang amat padat-acara di Universitas Humboldt, Berlin, (17 – 22 Juni 1996), para peserta membuat acara sendiri untuk mengisi waktu senggang mereka, sebelum kembali ke tanah air masing-masing: Australia, Inggris, Italia, Rusia, Belanda, Malaysia, Jerman, Swis dan Indonesia. Continue reading “Sosialisme dari Tepi Sungai Elbe”
Pertempuran 10 November 1945: Aktor Utama dan Figuran

(Mobil Brigadir Jenderal Mallaby terbakar di Surabaya 1945, foto Wikipedia)
Eko Darmoko Continue reading “Pertempuran 10 November 1945: Aktor Utama dan Figuran”
PENGKHIANAT SEBELUM INDONESIA
Aprinus Salam *
Anggaplah keberadaan Indonesia mulai disepakati pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Bisa juga lebih awal sedikit pada masa kebangkitan nasional 20 Mei 1908, walau baru bersifat kesepakatan beberapa organisasi baik atas nama agama atau sosial-ekonomi.
Pada masa sebelumnya, belum ada kesepatakan yang secara eksplisit mengatasnamakan bangsa Indonesia. Bahkan sebagian masih menyebutnya sebagai wilayah atau kerajaan di Jawa, Sumatra, dan sebagainya. Continue reading “PENGKHIANAT SEBELUM INDONESIA”
Puisi-Puisi Rusydi Zamzami
arsippenyairmadura.com, 19 Mar 2017
SEBELAH MATA
Seseorang sedang berdiri di tepi rel, ragu-ragu menunggu dengan sayup gemetar, melapangkan diri di antara derak kaki kereta. Ia bertahun mengukur jalan yang tanpa alamat, tanpa roti, tanpa arak; menghapus namanya dari mata manusia, dari pahit bahasa mereka. Ia senyapkan hatinya di pohonan, tiang listrik, grafiti dan tulisan lusuh di tembok, rumah bordil, gedung sekolah, pertokoan. Ia patahkan niatnya untuk hidup bahagia di masadatang, tersebab cintanya melulu bertepuk sebelah harapan. Continue reading “Puisi-Puisi Rusydi Zamzami”

