(Sebuah Tanggapan untuk Muarif)

Sunlie Thomas Alexander ** Continue reading “MAYOR VS INDIE, SASTRA VS POPULER *”
(Sebuah Tanggapan untuk Muarif)

Sunlie Thomas Alexander ** Continue reading “MAYOR VS INDIE, SASTRA VS POPULER *”
(Dari Parodi Sampai Black Komedi)

Juan Kromen * Continue reading “Membaca “Dari Belinyu Ke Jalan Lain Ke Rumbuk Randu””

Sunlie Thomas Alexander * Continue reading “MENULIS DI KORAN”
Sunlie Thomas Alexander
TERKAPAR sekitar tiga jam, badan masih penat–tapi ada kerjaan-kerjaan yang mesti dilanjutkan.
Namun okelah, aku akan coba menulis sesuatu perihal Antologi Puisi 100/Lebih Penyair (disebut-sebut pula “penyair modern”) yang bikin kisruh itu. Yang kini nampaknya sudah sepanas knalpot angkot tua setelah mutar-mutar tidak tentu arah. Kendati “ribut-ribut” kali ini tentunya jauh lebih bermutu dan bermartabat ketimbang sinetron maki-makian dan blokiran beberapa hari lalu–lantaran kita bicara soal kelayakan seorang penyair dari sisi teks maupun persoalan moril. Continue reading “PERIHAL ANTOLOGI PUISI YANG DIKANON-KANONISASIKAN ITU”

Sunlie Thomas Alexander * Continue reading “1995, 50 TAHUN INDONESIA MERDEKA”