Sutardji Calzoum Bachri: Protes Sosial Tak Dapat Perhatian

Sutardji Calzoum Bachri, Susianna (Wawancara)
http://www.suarakarya-online.com/

Dalam blantika puisi di Indonesia, nama Sutardji Calzoum Bachri patut diperhitungkan sebagai penyair profesional yang konsisten sejak remaja hingga sekarang. Pria kelahiran Rengat, Riau 24 Juni 1941, ini mulai mencuat sekitar tahun 70-an tatkala tampil membaca sajak tunggal dengan sangat sensasional sambil minum bir dan membawa kapak.

Ayah seorang putri (Mila) dari perkawinan dengan Mariam Linda ini antara lain pernah mengikuti International Poetry Reading di Rotterdam (1974) dan “IOWA Writing Program” dari IOWA University Amerika Serikat (Oktober 1974 – April 1975). Continue reading “Sutardji Calzoum Bachri: Protes Sosial Tak Dapat Perhatian”

Di Tengah Perubahan Zaman, Seni Abstrak Masih Eksis

Susianna
http://www.suarakarya-online.com/

Di balik pesatnya perkembangan seni lukis kontemporer ada kesan bahwa seni lukis abstrak tidak berkembang, tidak punya tawaran baru yang signifikan untuk diperhitungkan sebagai wakil penting seni lukis kontemporer. Padahal, dalam sejarah seni rupa modern, seni lukis abstrak yang lahir sekitar tahun 1910 pernah memegang posisi penting, meraih kejayaannya pada pertengahan dekade 1940-an. Continue reading “Di Tengah Perubahan Zaman, Seni Abstrak Masih Eksis”

JIFEST 2008: Karya Sastra Indonesia Dibaca di Mancanegara

Susianna
http://www.suarakarya-online.com/

Karya sastra Indonesia umumnya novel dan puisi ternyata sudah merambah ke berbagai mancanegara. Selain dibaca, diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, juga penelitian untuk jenjang strata dua (S2) dan strata tiga (S3). Bahkan sebagai mata pelajaran di sekolah. Novel Pramoedya Ananta Toer pernah masuk nominasi sebagai calon pemenang hadiah Nobel yang diselenggarakan Akademi Swedia, di Stockholm, Swedia. Continue reading “JIFEST 2008: Karya Sastra Indonesia Dibaca di Mancanegara”