
(Judul: Tarian Merah, Karya: Ndix Endik) Continue reading “SI HATI YANG PATAH”
JABUR BINSUD
Taufiq Wr. Hidayat *
Dengan jantung yang berdebar, Jabur Binsud memasuki sebuah halaman rumah kayu sederhana. Anak-anak kecil berlarian di halaman. Sebuah surau kecil tempat anak-anak belajar membaca al-Qur’an.
“Assalamu’alaikum,” ujar Jabur Binsud.
“Walaikumsalam,” jawab tuan rumah. Continue reading “JABUR BINSUD”
KITAB IBLIS (2)
Taufiq Wr. Hidayat *
Dalam cerita Taufiq el-Hakim, tampak jelas bahwa agama tak dapat menghantarkan Iblis pada Allah. Semua agama samawi itu tak bersedia menerima Iblis memeluk agama, menghalanginya bertobat.
Jika benar dan diyakini agama ialah jalan atau sebentuk alat menuju Tuhan, mendapatkan kasih dan ampunan-Nya, kenapa ia tak sanggup menerima Iblis bertobat melalui agama? Pengertian ini dapat berkembang; mampukah agama memberi jalan keluar bagi penderitaan manusia yang diasingkan dalam noda dan kekejian? Continue reading “KITAB IBLIS (2)”
KITAB IBLIS (1)
Taufiq Wr. Hidayat *
Tuhan lebih mencintai seorang yang berdosa besar, sadar, lalu bertobat daripada sembilan puluh sembilan orang saleh yang tak butuh tobat.
Demikian Taufiq el-Hakim, sastrawan agung Mesir, menulis “qishos falsafiyah” dalam sastra Arab yang mengagumkan, dalam antologi “Arini Allah” (1953). Ungkapan itu dikutip dari kitab suci Injil. Ungkapan tersebut diucapkan Iblis di depan seorang pemuka agama samawi. Kisah menarik ini, tak habis daya mempertanyakan kembali apa sejatinya eksistensi dan manfaat agama beserta segala kemapanannya bagi kehidupan. Cerita masyhur itu, kurang-lebih berkisah, begini. Continue reading “KITAB IBLIS (1)”
PUISI BULAN SEPTEMBER

(Sketsa karya Endik)
Taufiq Wr. Hidayat *
Dibisikkanlah sabda.
Gelisah senjakala.
Yang gerimis.
Ikutlah! Continue reading “PUISI BULAN SEPTEMBER”
