Ular Betina

Teguh Winarsho AS
sinarharapan.co.id

Malam pucat di mata Tamin seperti selembar kertas kusam. Jidatnya berleleran keringat, tampak licin berkilat. Pandangan matanya remang, kabur, seperti dilingkupi kabut tebal. Tamin menggosok-gosok matanya dengan ujung jarinya yang berkuku panjang. Ada rasa perih menusuk. Juga kantuk yang masih mengutuk. Tapi Tamin tak mungkin bisa tidur lagi. Tamin akan melek sampai pagi bahkan siang hari. Sebab mimpi buruk itu pasti akan mengendap-endap mendatangi tidurnya begitu ia berhasil mengatupkan kelopak mata dan merapatkan selimut ke sekujur tubuhnya. Continue reading “Ular Betina”

Negeri Para Pemburu

Teguh Winarsho AS
kr.co.id

“AKU TAKUT melihat perang, darah dan kematian,” katanya pada suatu hari saat jalan raya menjelma hujan batu dan kobaran api. Langit menjadi lebih merah. Udara pengap meruap anyir darah. Ia lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Mencari tempat untuk bersembunyi. Tapi para serdadu itu terus memburu sembari menggenggam senapan dan pentungan kayu. Melempar gas air mata dan juga batu. Mata mereka nyalang, berkilat, seperti menyimpan belati. Membuat ia ketakutan setengah mati seperti dikejar-kejar sekelompok mummi. Continue reading “Negeri Para Pemburu”

Dua Laki-Laki

Teguh Winarsho AS
kompas.com

“IA belum datang!” Rasto mendengus. Malam gelap tanpa bintang dan langit cuma bentangan kain hitam. “Baiklah, baiklah, aku akan menunggunya!” Rasto menyandarkan punggungnya pada tiang listrik. Matanya merah. Sementara jalan di depannya telah sepi sejak satu setangah jam lalu. Continue reading “Dua Laki-Laki”

Zombi Atawa Mayat Hidup

Teguh Winarsho AS
kr.co.id

SEJAK ibu menjerat lehernya dengan tali jemuran di sepetak tanah kosong dekat kuburan beberapa hari silam, hingga kini masih kuingat bagaimana lidah ibu yang pucat mirip kain pel basah itu terjulur keluar, matanya melotot hingga kedua bola matanya seperti mau melesat dari liangnya, aku tersimpuh lemas di samping mayat ibu, menangis sesenggukan. Sementara ayah hanya terkekeh, mengepulkan asap tembakau dari mulutnya. Sesekali ia menendang pantatku jika aku menangis terlampau keras. “Jangan keras-keras! Perutku mau muntah!” Continue reading “Zombi Atawa Mayat Hidup”

Manequin

Teguh Winarsho AS
entertainmen.suaramerdeka.com

KATANYA kau akan menceritakan kepadaku kisah cinta yang mengagumkan. Kenapa tak kauceritakan sekarang?” pintaku pada Renata, kekasihku, pada suatu sore di bangku taman. Awalnya Renata hanya diam. Tapi beberapa saat kemudian dengan wajah malu-malu ia mulai bercerita: Continue reading “Manequin”

Bahasa »