Ballada Lelaki-lelaki Tanah Kapur
Para lelaki telah keluar di jalanan
dengan kilatan-kilatan ujung baja
dan kuda-kuda para penyamun
telah tampak di perbukitan kuning
bahasa kini adalah darah. Continue reading “Balada-balada, W.S. Rendra”
Ballada Lelaki-lelaki Tanah Kapur
Para lelaki telah keluar di jalanan
dengan kilatan-kilatan ujung baja
dan kuda-kuda para penyamun
telah tampak di perbukitan kuning
bahasa kini adalah darah. Continue reading “Balada-balada, W.S. Rendra”
Anas Nasrudin
kompasiana.com/anas.nasrudin
Liga Pembaca Sastra (LPS), sebuah club kajian yang terbuka untuk umum telah bergulir empat kali pertemuan. Minggu (13/03/2011), kali ini menggelindingkan bola Si Burung Merak alias W.S Rendra. Menampilkan dua kapten kesebelasan antara Rully Ferdiansyah, salah satu peserta kelas menulis angkatan 17 Rumah Dunia VS Muhzen Den relawan Rumah Dunia. Berhubung wasit utama sedang berhalangan, Abdul Salam Hs sebagai siswa yang gandrung pada puisi pun tampil sebagai wasit dadakan. Continue reading “Menguliti Si Burung Merak”
Yohanes Sehandi *
Flores Pos (Ende) 5-7 Agus 2010
W. S. Rendra dan Dami N. Toda adalah tokoh besar dalam sastra Indonesia modern. Rendra adalah sastrawan besar dengan spesifikasi menonjol sebagai penyair dan dramawan, sedangkan Dami N. Toda adalah sastrawan besar dengan spesifikasi menonjol sebagai kritikus sastra. Selain dikenal luas sebagai sastrawan Indonesia, Dami N. Toda adalah juga sastrawan NTT, kelahiran Desa Todo-Pongkor, Kabupaten Manggarai, Flore, NTT pada 29 September 1942. Continue reading “W. S. Rendra dan Dami N. Toda dalam Kenangan”
Soni Farid Maulana
Pikiran Rakyat, 27 Juni 2009
“RENDRA adalah pribadi yang menarik,” begitu kata Prof. Dr. A. Teeuw dalam suatu kesempatan di Leiden, pada tahun 1999 lalu. Saat itu, saya termasuk salah seorang penyair Indonesia yang diundang mengikuti Festival de Winternachten, di Den Haag, Belanda. Saya berkesempatan bertemu dengan Prof. Dr. A. Teeuw justru lewat Rendra. Tidak saya mungkiri, Rendra memiliki pribadi yang menarik, terbuka, dan mudah bergaul. Yang paling penting dari semua itu adalah, ia selalu murah hati dan tidak pelit dalam membagi ilmu yang dikuasainya. Continue reading “Arus Kesadaran Rendra”