Debat Sastra Berujung Pidana?

Yohanes Sehandi *
Flores Pos (Ende), 14 Apr 2015).

Akhir Maret 2015 lalu, sejumlah media massa di tanah air, baik media cetak maupun elektronik dan media online, ramai memberitakan penjemputan paksa sastrawan Saut Situmorang oleh tiga orang polisi dari Polres Jakarta Timur, terkait kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan sastrawan Fatin Hamama. Saut dijemput paksa di rumahnya di Yogyakarta, karena dua kali dipanggil penyidik tidak datang. Continue reading “Debat Sastra Berujung Pidana?”

Perihal Esai Sastra di Indonesia

Yohanes Sehandi *
Pos Kupang, 27 Sep 2017

Dalam sejarah sastra Indonesia, tulisan jenis esai sastra dan kritik sastra hampir tidak bisa dibedakan. Kedua jenis karangan pendek yang berisi analisis terhadap karya sastra itu mulai dikenal dalam sastra Indonesia lewat media massa cetak. Media cetak awal yang terbit tahun 1930-an yang memperkenalkan tulisan jenis esai dan kritik sastra adalah majalah Pandji Poestaka Continue reading “Perihal Esai Sastra di Indonesia”

Rumah Terakhir Sastrawan Gerson Poyk

Yohanes Sehandi *
Majalah Warta Flobamora (Surabaya), edisi: 50, Maret 2017

Ada sejumlah sastrawan Indonesia yang menggambarkan atau meramalkan tempat penguburan atau rumah terakhirnya jauh sebelum sang sastrawan tersebut meninggal dunia. Apakah kemudian pihak keluarga menguburkan sang sastrawan sesuai dengan yang digambarkan atau diramalkannya, itu urusan lain. Continue reading “Rumah Terakhir Sastrawan Gerson Poyk”

Perihal Kritik Sastra

Yohanes Sehandi *
Majalah Kabar NTT (terbitan Kupang), edisi: 35, Sep 2017

Kritik sastra merupakan salah satu cabang ilmu sastra yang bersifat monodisiplin, di samping teori sastra dan sejarah sastra. Kritik sastra dimulai pada saat orang bertanya, apa makna, nilai, dan fungsi karya sastra yang dihadapinya. Istilah lain untuk kritik sastra adalah ulasan sastra, analisis sastra, telaah sastra, dan kajian sastra. Continue reading “Perihal Kritik Sastra”

Nusa Puisi, Antologi Puisi Penyair NTT 2016

Yohanes Sehandi *
Pos Kupang, 28 Juni 2017

Dalam catatan dan koleksi buku saya, buku antologi puisi yang berjudul Nusa Puisi (2016) yang diulas dalam tulisan ini, merupakan buku antologi puisi keempat dalam sastra NTT. Buku antologi ini menghimpun cukup banyak puisi karya para penyair NTT. Dilihat dari segi banyaknya penyair NTT dan banyaknya puisi yang terhimpun dalam empat buku antologi yang ada, keempat buku antologi ini bisa dinilai sebagai buku antologi representasi karya para penyair NTT yang berkiprah di panggung sastra. Continue reading “Nusa Puisi, Antologi Puisi Penyair NTT 2016”

Bahasa ยป