Meredam Dendam Ala Gerson Poyk (1931-2017)

Yohanes Sehandi
Majalah Kabar NTT (terbitan Kupang), edisi: 33, Juli 2017

Naluri purba manusia umumnya adalah membalas dendam, kejahatan dibalas dengan kejahatan. Gigi ganti gigi, ungkapan yang sering kita dengar. Kalau itu terjadi, maka kejahatan di muka bumi ini tidak akan pernah berakhir. Kejahatan akan terus beranak-pinak dan bercucu-cecet. Pertikaian, kerusuhan, dan peperangan di mana pun dan kapan pun, sejak zaman baheula sampai dengan zaman digital sekarang ini adalah sejarah panjang dendam kesumat umat manusia yang dibalas dengan menghalalkan segala cara. Continue reading “Meredam Dendam Ala Gerson Poyk (1931-2017)”

Taman Budaya Gerson Poyk

Yohanes Sehandi *
Pos Kupang (Kupang), 8 Mar 2017

Salah satu bentuk penghargaan dan rasa hormat Pemprov NTT terhadap sastrawan dan jurnalis senior Indonesia kelahiran NTT, Gerson Poyk, adalah dengan mengubah nama Taman Budaya NTT yang sudah ada, menjadi Taman Budaya Gerson Poyk. Pemberian nama itu, kata Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, agar nama almarhum dikenang generasi ke generasi NTT bahwa Gerson Poyk adalah tokoh sastra Indonesia (Pos Kupang, 26/2/2017). Continue reading “Taman Budaya Gerson Poyk”

Kritik Sastra Indonesia Mencari Kambing Hitam

Yohanes Sehandi *
Flores Pos (Ende), 19 Agus 2017

Judul opini ini sama persis dengan judul buku antologi kritik sastra yang diluncurkan pada Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (Munsi) ke-2 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, pada 18-20 Juli 2017 lalu. Editor buku kritikus Maman S. Mahayana, diterbitkan Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Continue reading “Kritik Sastra Indonesia Mencari Kambing Hitam”

Lokalitas NTT dalam Cerpen: Ulasan Antologi Cerpen Cerita dari Selat Gonsalu

Yohanes Sehandi *

Saya bersyukur mendapat kepercayaan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi kurator untuk buku Antologi Cerita Pendek Sastrawan NTT 2015 yang akan diluncurkan pada Temu 2 Sastrawan NTT awal Oktober 2015 di Ende, Flores. Bapak Gerson Poyk, sastrawan senior dan perintis sastra NTT juga menjadi kurator cerpen-cerpen yang akan diterbitkan dalam bentuk antologi. Sebanyak 57 judul cerpen dari 27 penulis yang diterima Kantor Bahasa Provinsi NTT untuk diseleksi oleh dua orang kurator. Continue reading “Lokalitas NTT dalam Cerpen: Ulasan Antologi Cerpen Cerita dari Selat Gonsalu”

Bahasa »