Mencari Latar NTT dalam Cerpen

Yohanes Sehandi
__Pos Kupang, Suara NTT

DALAM sebuah cerita pendek (juga dalam novel atau roman), latar atau setting merupakan salah satu unsur intrinsik, di samping unsur intrinsik yang lain, seperti tema atau inti cerita, tokoh atau perwatakan, plot atau alur cerita, dan gaya pengungkapan cerita. Unsur-unsur intrinsik ini merupakan ‘unsur dasar’ yang membangun/membentuk sebuah cerita pendek (cerpen) atau novel. Continue reading “Mencari Latar NTT dalam Cerpen”

Mengenang Rendra (2)

Rendra Hormati Kritikus Dami N. Toda
Yohanes Sehandi *
Flores Pos (Ende), 6 Agu 2010

Bagi kita masyarakat NTT/Flores, penyair Rendra yang dijuluki “Si Burung Merak” ini menyisakan kenangan tersendiri. Dua tahun sebelum “pergi,” penyair dan dramawan ini mengunjungi NTT selama lima hari (15-19 Oktober 2007). Beliau datang secara khusus ke NTT/Flores dalam rangkaian pengantaran “abu jenazah” almarhum Dami N. Toda. Continue reading “Mengenang Rendra (2)”

Mengenang Rendra (3 habis)

Dami N. Toda Mengkritisi Rendra
Yohanes Sehandi *
Flores Pos (Ende), 7 Agu 2010

Dalam perjalanan panjang kariernya sebagai kritikus sastra Indonesia modern, Dami N. Toda memberikan perhatian khusus pada karya-karya W.S. Rendra, baik karya puisi maupun drama/teater, serta pementasan-pementasannya. Dari hasil penelusuran/pelacakan yang saya lakukan terhadap karya-karya Dami N. Toda yang tersebar luas, yang secara khusus menelaah/mengkritisi karya-karya Rendra, ditemukan minimal empat karangan/tulisan Dami. Continue reading “Mengenang Rendra (3 habis)”

Dami N. Toda sebagai Kritikus Sastra

Yohanes Sehandi *
harian Pos Kupang, 23 Juni 2010

Sejak Dami N. Toda meninggal dunia 10 November 2006 di Hamburg (Jerman) sampai dengan pengantaran abu jenazahnya ke Indonesia/NTT, Oktober 2007, sejumlah koran nasional dan lokal NTT (Pos Kupang dan Flores Pos), memberitakannya. Wartawan Pos Kupang di Manggarai, Kanis Lina Bana, merekam kembali perjalanan hidup almarhum dan menghasilkan tiga tulisan berseri di Pos Kupang (25-27/10/2007). Continue reading “Dami N. Toda sebagai Kritikus Sastra”