Gorys Keraf, Ilmuwan Bahasa dari NTT

Yohanes Sehandi *
Flores Pos (Ende) 31 Okto 2015

Thomas Todo Golo dalam opininya di harian Pos Kupang (2 Mei 2013) mengutip pernyataan Jus Badudu, pendekar bahasa Indonesia tahun 1980-an dari Universitas Padjadjaran Bandung yang dimuat harian Kompas. Lewat Kompas (1986) Jus Badudu menyatakan betapa besarnya sumbangan orang-orang NTT dalam proses pembakuan bahasa Indonesia. Badudu bahkan menyebut sumbangan orang-orang NTT sekitar 60-70 %. Continue reading “Gorys Keraf, Ilmuwan Bahasa dari NTT”

Kristen dalam Sastra

Yohanes Sehandi *
Pos Kupang, 28 Mar 2014

Artikel opini ini disusun sebagai bentuk apresiasi terhadap dua buku yang khusus mengulas unsur Kristen dalam sastra Indonesia karya pengamat dan kritikus sastra dari NTT, A.G. Hadzarmawit Netti. Kedua buku itu adalah Kristen dalam Sastra Indonesia (BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1977), dan Natal dan Paskah dalam Kontemplasi Penyair (B You Publishing, Surabaya, 2013). Meskipun selisih waktu penerbitannya 36 tahun, isi kedua buku ini berkaitan dan saling melengkapi, relevan untuk kita bicarakan. Continue reading “Kristen dalam Sastra”

Selamat Datang Kritikus Sastra NTT

Yohanes Sehandi *
Flores Pos (Ende), 15 Okt 2012

“NTT butuh kritikus untuk pengembangan seni dan budaya.” Pernyataan ini merupakan benang merah pendapat tiga orang sastrawan/budayawan Indonesia, Putu Wijaya, Radhar Panca Dahana, dan Gerson Poyk pada waktu ketiganya tampil dalam “Seminar Nasional Seni Budaya dan Pembangunan” yang diselenggarakan Komunitas Rumah Poetika di Taman Budaya NTT, Kupang pada 11 April 2012 yang lalu (Victory News, 12 dan 13 April 2012). Continue reading “Selamat Datang Kritikus Sastra NTT”

Sastra NTT yang Berpijak di Bumi

Yohanes Sehandi *
Pos Kupang, 13 Des 2011

Artikel opini ini lahir setelah membaca sejumlah artikel opini sastra dari sejumlah penulis/pengarang NTT yang dimuat Pos Kupang (PK) beberapa tahun terakhir ini.

Sejumlah opini sastra itu, antara lain: Sastra NTT dan Politik Publikasi (Bara Pattyradja); Sastra NTT Tak Pernah Mati (Yoseph Lagadoni Herin); Sastrawan NTT di Manakah Kau? (Marsel Robot); Sastra NTT dan Upaya Membongkar Kuburan Pesimisme (Jimmy Meko Hayong); dan Membangkitkan Sastra NTT (Gusty Fahik). Continue reading “Sastra NTT yang Berpijak di Bumi”

W. S. Rendra dan Dami N. Toda dalam Kenangan

Yohanes Sehandi *
Flores Pos (Ende) 5-7 Agus 2010

W. S. Rendra dan Dami N. Toda adalah tokoh besar dalam sastra Indonesia modern. Rendra adalah sastrawan besar dengan spesifikasi menonjol sebagai penyair dan dramawan, sedangkan Dami N. Toda adalah sastrawan besar dengan spesifikasi menonjol sebagai kritikus sastra. Selain dikenal luas sebagai sastrawan Indonesia, Dami N. Toda adalah juga sastrawan NTT, kelahiran Desa Todo-Pongkor, Kabupaten Manggarai, Flore, NTT pada 29 September 1942. Continue reading “W. S. Rendra dan Dami N. Toda dalam Kenangan”

Bahasa »