Maharaja

Goenawan Mohamad
http://majalah.tempointeraktif.com/

Ada sebuah dongeng Hans Christian Andersen yang sering dikutip sepotong tapi kemudian dilupakan, tentang seorang maharaja yang amat sibuk dengan satu cita-cita: berdandan bagus. Yang dipikirkannya hanya bagaimana berkereta sepanjang jalan, memperlihatkan pakaian model terakhir.

Syahdan, dua orang penipu datang menawari sang maharaja seperangkat busana yang lain dari yang lain: terbuat dari kain yang ditenun dari serat ajaib, begitu halus, hingga hanya dapat dilihat oleh mereka yang pintar dan yang layak berkedudukan. Continue reading “Maharaja”

Menjadi “Indonesia” lewat Sastra Melayu Tionghoa

Wahyudi Akmaliah Muhammad

Dalam pelajaran bahasa Indonesia di bangku sekolah dahulu saya selalu diajarkan bahwa karya sastra yang termasuk dalam Balai Pustaka adalah genre sastra Indonesia modern, seperti Belenggu, Siti Nurbaya, dan Salah Asuhan. Di luar karya sastra yang tidak tercantum dalam Balai Pustaka bukan bagian sastra Indonesia modern. Dengan kata lain, buku-buku sastra yang lain tidak patut dipelajari, karena bukan bagian dari detak sejarah sastra di Indonesia. Doktrin inilah yang membeku hingga sekarang. Lalu, kategori apa yang digunakan Balai Pustaka untuk menentukan bahwa sebuah karya termasuk sastra Indonesia modern? Prosedur apa yang diterapkan untuk menelisik ke-modern-an itu? Continue reading “Menjadi “Indonesia” lewat Sastra Melayu Tionghoa”

Ruang Anak-anak Peradaban Masa Depan

I Made Prabaswara
balipost.co.id

DI MANAKAH ruang bagi anak-anak dalam bangun peradaban yang dominan ditentukan manusia dewasa usia? Pertanyaan begini dipastikan tiada seberapa mengusik kalangan politisi negara maupun daerah yang kini berasyik-masyuk riuh-rendah dengan suksesi gubernur hingga pemilu, lanjut mengincar-incar kursi puncak kepresidenan buat peneguhan kuasa. Tak perlu heran bila Hari Anak Nasional 23 Juli nanti bakal lewat sepi-sepi saja, kalah gaung dengung tinimbang perdebatan egosentris kader–nonkader balon pemimpin tanpa standar kriteria jelas, kecuali kepentingan pribadi dan kelompok. Continue reading “Ruang Anak-anak Peradaban Masa Depan”

Seorang Odysseus dari Solo [Halim H.D.]

majalah.tempointeraktif.com

SUATU pagi di Surakarta, 1995. Seorang lelaki yang berpenampilan sederhana bergegas menemui beberapa kawannya. Ia menitipkan sepotong pesan, “Kalau terjadi sesuatu, tolong cek keberadaan saya di kejaksaan.” Sesudah teman-temannya paham, ia buru-buru pergi kantor kejaksaan di daerah Kepatihan, Solo. Di sana ia mesti menjelaskan kiriman lewat pos yang diterimanya, beberapa jurnal kesenian dari Amerika dan Eropa. Continue reading “Seorang Odysseus dari Solo [Halim H.D.]”

Menyingkap Tabir Ideologi Orde Baru

Judul Buku: Menguak Misteri Kekuasaan Soeharto
Penulis: DR Baskara T Wardaya, SJ, dkk.
Penerbit: Galang Press, Yogyakarta
Cetakan I: 2007
Tebal: 296 Halaman
Peresensi: Ismamuddin WH
http://www.suarapembaruan.com/

Idelogi merupakan sebuah istilah yang tidak hanya mengandung norma, nilai, falsafah, kepercayan religius, sentimen, kaidah etis, pengetahuan atau wawasan tentang dunia, dan etos tetapi juga mengandung kumpulan ide atau gagasan. Ini berlaku sejak akhir abad ke-18 terutama karena pengaruh para pemikir orang-orang seperti Marx, Freud, dan Karl Mennheim. Continue reading “Menyingkap Tabir Ideologi Orde Baru”

Bahasa ยป