Gerakan Otonomi Analisis Sastra

I Nyoman Suaka
http://www.balipost.co.id/

NAFAS otonomi daerah yang kini digulirkan dalam birokrasi pemerintahan, sebenarnya sudah sejak lama dikenal dalam analisis karya sastra. Gerakan otonomi karya sastra dalam analisis puisi, cerita pendek (cerpen) dan novel meniru semangat pendekatan struktural yang dicetuskan dalam teori-teori sastra di negara Barat. Pendekatan struktural di negara maju tersebut, khususnya di Amerika, mementingkan analisis karya sastra dari segi bentuk (struktur). Penganut aliran ini menilai karya sastra sebagai suatu benda yang mandiri dan bersifat otonom, bebas dari ikatan sejarah kemasyarakatan. Continue reading “Gerakan Otonomi Analisis Sastra”

Kontekstualitas dalam Sastra dan Media

Anjrah Lelono Broto
http://sosbud.kompasiana.com/

Kesenian dikuasai oleh trend, dimensi kesadaran pikiran dipenuhi oleh kecerdasan yang tangkas atau sinisme yang lucu semata tetapi kebijaksanaan dalam pikiran menjadi langka; begitu pula penghayatan kalbu jarang terjadi, diganti oleh sensasi-sensasi naluri semata. Kekayaan pengalaman panca indera, pengalaman naluri, dan mobilitas kecerdasan memang merupakan unsur yang penting dalam ekspresi kesenian, tetapi tanpa peran kesadaran rohani dan kebijaksanaan hati nurani, totalitas komunikasi lewat kesenian tak akan terjadi. Sungguh sayang, kalau komunikasi antara kesenian dan penikmatnya hanya sampai pada tingkat provokasi dan tidak pada tingkat inspirasi. (Rendra, Horizon edisi April 2002) Continue reading “Kontekstualitas dalam Sastra dan Media”

Bahasa ยป