7 Capil F. Rahardi

“KERIKIL” ITU BERNAMA GEORGE FLOYD

Trump yang sombong, membuka front “perang dagang” dengan China. Tak sadar dia bahwa cadangan devisa China 3 triliun dolar AS, terbesar dunia dengan trend terus naik. Cadangan devisa AS hanya 178,3 miliar dolar AS, peringkat 17 dunia dengat trend menurun. Posisi AS hanya satu peringkat di atas Indonesia (18) sebesar 127,8 miliar dolar AS dengan trend naik. Kebalikan China, hutang LN AS terbesar sedunia, dengan nilai 17,9 triliun dolar AS (108% X GDP). Hutang LN China peringkat 13 senilai 1,5 triliun dolar AS (15% X GDP). Hutang LN Indonesia di peringkat 28 senilai 344,4 miliar dolar AS (34,5% X GDP). Jadi ekonomi AS itu jauh lebih buruk dari Indonesia, terlebih China. Lalu ada wabah corona. lalu ada “kerikil” bernama George Floyd, yang memperburuk posisi Trump.

CORONA, TRUMP DAN GEORGE FLOYD

Mestinya, AS sebagai negara Adi Daya, kebal dari wabah corona. Kenyataannya, sampai hari ini korban meninggal dan positif corona AS paling tinggi sedunia. Menghadapi wabah yang sangat serius ini, Presiden AS Donald Trump bukan konsentrasi mengurus rakyatnya, melainkan tetap mengintimidasi RRT dan Iran. Intimidasi Trump bukan hanya verbal, melainkan dengan mengerahkan kapal perang dan kapal induk. Lalu 25 Mei 2020, George Floyd, pria kulit hitam 46 tahun, meninggal di tangan Derek Chauvin, polisi Minneapolis berkulit putih. Demonstrasi, protes, dan kerusuhan merebak ke seluruh AS. Demonstrasi juga meluas ke Uni Eropa. Sudah 3 hari ini Gedung Putih dikepung demonstran. Trump dan keluarga bertahan di dalam bunker.

TANPA LAHIR LANGSUNG SAKTI

Dekade 1990, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pas esoknya tanggal 1 Oktober, saya nyeletuk, “Pancasila itu apa mak clorot jatuh dari langit lalu jadi sakti ya? Kok hari lahirnya dicuekin, sementara hari kesaktiannya diperingati?” Tardji (Sutardji Calzoun Bachri), langsung teriak, “Ayo kita nyingkir, jangan deket-deket dia. Nanti ikut diangkut ke Guntur (Rumah Tahanan Militer Guntur). Hari ini, 1 Juni 2017, untuk pertamakalinya sejak Indonesia merdeka, Hari Lahir Pencasila ditetapkan sebagai hari libur, dan diperingati secara nasional. Diperlukan waktu 72 tahun untuk membuat keputusan politik seperti ini.

“MEMECAT PRESIDEN” DI TENGAH PANDEMI

Dari populasi, Indonesia peringkat 4 dunia. Nomor 1 China 1,4 M. 2 India 1,3 M. 3 AS 331 juta. 4 Indonesia 273,5 juta. 5 Pakistan 220,8 juta. 6 Brazil 212,5 juta. 7 Nigeria 206,1 juta. 8 Bangladesh 164,6 juta. 9 Russia 145,9 juta. 10 Meksiko 128,9 juta. Dari 10 besar negara berpenduduk terbesar itu, dalam hal wabah corona, Indonesia hanya kalah dari Nigeria. Negeri ini peringkat 7 populasi terbesar, wilayahnya daratan, tapi corona ada di peringkat 53 dunia. Lainnya di atas Indonesia. Ini rincian 10 negara berpenduduk terbesar dunia, dikaitkan dengan wabah corona: (peringkat), T = Terpapar; M = meninggal. China (17) T 83.022; M 4.634. India (7) T 199.343; M 5.610. AS (1) T 1.859.597; M 106.927. Indonesia (33) T 26.940; M 1.641. Pakistan (18) T 76.398; M 1.621. Brasil (2) 529.405; M 30.046. Nigeria (53) T 10.578; M 299. Bangladesh (21) T 49.534; M 672. Russia (3) 423.741; M 5.037. Meksiko (14) T 93.435 M 10.167. Update 2 Juni 2020. Kayak gini kok ada yang mau “memecat presiden di tengah pandemi”.

POST POWER SYNDROME

Ada teman sakit berat. Diopnam berhari-hari di RSUP Cipto, dokter tak menemukan penyakit atau kelainan apa pun. Dia lalu dirujuk ke psikolog. “Anda menderita Post Power Syndrome!” Teman saya marah. “Saya tak pernah menjabat apa pun. Saya seniman!” Psikolog itu menjelaskan, “Tadi Anda bilang, dulu sangat dominan terhadap anak-anak….” Teman saya bersemangat, “Iya, sekarang mereka tak mau lagi nurut saya. Apalagi cucu-cucu itu……” Nah itu dia! “Dulu Anda berkuasa, sekarang tidak lagi!” Untunglah sejak dulu kala, saya tak pernah mau menguasai apa pun, termasuk anak-anak.
Sunset bisa indah, tapi bisa juga menakutkan.

ILABULO, SARI LAUT, CRUMENATUM, MORINDA DAN REBONDING INDRI

Tahun 2012 saya kembali pegang kamera (digital) setelah analog saya pensiunkan 2007. Jadi 5 tahun absen tak pegang kamera. Sambil nggaya nenteng DSLR, nun di Gorontalo sana saya dan Mas Andi Widjaja berdebat. Saya maunya makan ilabulo, menu khas Gorontalo, Mas Andi maunya ikan bakar Sari Laut Mas Joko 99. Lalu kompromi dua-duanya diembat. Yang menarik di Gorontalo, pohon-pohon trembesi tuanya dipenuhi crumenatum. Tapi yang sampai sekarang belum tahu, Morinda yang saya dapat di tepi jalan ini spesies apa ya? Yang di Labuan Bajo 2015 juga belum ketemu spesiesnya. Lalu kami rebonding di salonnya Mbak Heni Retno Indriati.

PARE ALAS

Pare kecil, African cucumber, balsam apple, balsam pear, Momordica balsamina. Daun dan buahnya edible, tidak pahit seperti daun pare ayam/pahit, bitter melon; bitter apple; bitter gourd; bitter squash; balsam-pear; Momordica charantia. Tumbuhan asli Afrika Tropis. Diteliti dan diberi nama oleh Carl Linnaeus tahun 1753, dipublikasikan di Life Sciences Identifier (LSID) 2: 1009, 1 Mei 1753. Sekarang sudah menyebar ke seluruh kawasan tropis dunia. Daging buah yang membalut kulit biji manis hingga disukai burung. Itulah yang mebuat pare alas cepat menyebar dan invasif. Di Tokopedia dan Bukalapak dijual benih/bijinya. Foto saya ambil di belakang rumah, kemarin 30 dan hari ini 31 Mei 2020. Kiri bunga betina, kanan jantan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *