Gadis Peracau

Ahmad Zaini*

Aku tak mengerti apa yang diucapkan gadis yang berteduh di pendopo desa. Ia seperti meracau mengucap ke sana ke mari yang tidak jelas maksudnya. Dengan menahan hawa dingin aku hanya mendengarkan dan memperhatikan bibirnya mengucap yang ia suka. Kadang ia menangis, kadang ia tersenyum sendiri, kadang juga wajahnya mengekspresikan kemarahan pada seseorang. Continue reading “Gadis Peracau”

RUMAH

Achmad Dian
http://www.seputar-indonesia.com/

PEMULUNG itu bangun dari tidurnya. Saat itu mungkin pukul empat pagi. Atau lebih. Ia tak ambil pusing pukul berapa ketika bangun dari tidurnya.

Ia selalu bangun pagi.Matanya terbuka secara otomatis saat subuh masih gulita.Udara basah dan lembab. Baginya, waktu jadi tak penting. Begitu matanya terbuka, pikirannya langsung pada tempat-tempat sampah mana yang harus diadukaduknya, mencari gelas-gelas plastik atau botol-botol bekas air mineral, kardus-kardus, juga kertas-kertas bekas. Continue reading “RUMAH”

Setelah 30 Tahun, Nobel Sastra Kembali ke Nordik

indopos.co.id

STOCKHOLM – Setelah pemenang Nobel Kesehatan, Fisika, dan Kimia, Royal Swedish Aca demy of Sciences kemarin (6/10) giliran mengumumkan pemenang Nobel Sastra. Penyair terkenal Swedia Tomas Transtroemer, 80, dinobatkan sebagai peraih Nobel Sastra 2011. Dia dipilih karena karyakaryanya yang sederhana, tetapi sarat pesan moral. Transtroemer merupakan orang Swedia ketujuh yang pernah memenangkan penghargaan bergengsi tersebut. Continue reading “Setelah 30 Tahun, Nobel Sastra Kembali ke Nordik”

Penyair Transtroemer Raih Nobel Sastra 2011

Eko Hendrawan Sofyan
oase.kompas.com

Penyair Swedia, Tomas Transtroemer (80), yang kerap menyuguhkan karya yang sederhana tetapi berbau mistik tentang alam, sejarah, dan kematian, meraih Hadiah Nobel Sastra 2011 pada Kamis (6/10/2011).

Transtroemer dianugerahi hadiah bergengsi itu karena mampu menghadirkan gambaran realitas yang “tembus cahaya”, ringkas, dan padat. “Dia memberi kita akses segar ke arah realitas,” kata juri dari Swedish Academy. Continue reading “Penyair Transtroemer Raih Nobel Sastra 2011”

Bahasa »