3 Cerita Mini tentang Kolonialisme Karya Ahmad Yulden Erwin *

1. KEMATIAN VASCO TRANA, SANG NATURALIS

Saya hikmati tangga nada terakhir simponi Beethoven nomor 9, saya terpana menatap sebingkai lukisan abad pertengahan, saya membaca seuntai soneta yang memilukan, saya menulis prosa tentang satu spesies bunga beracun yang mampu membunuh kupu-kupu dengan serbuk sarinya, saya berjalan menembus padang ilalang di seberang sepuing huma, mata saya menangkap cahaya matahari hinggap di lengkung embun sewarna cermin, awan-awan yang seperti gumpalan kapas di sayap tempua, jejak-jejak anoa pada jalan setapak berlumpur di tepi hutan, dan, pagi ini, saya melihat bulan seperti pipi halus seorang dara… **) Continue reading “3 Cerita Mini tentang Kolonialisme Karya Ahmad Yulden Erwin *”

ROPPONGI

Muhammad Antakusuma

Setelah 11 jam penerbangan dari Amerika Serikat, Acong keluar dari pesawat Delta Airlines. Sambil berlari, ia keluarkan paspor berlogo garuda menuju ruang imigrasi Bandara Narita Jepang. “Visa Transit” tertulis di halaman paspor Indonesianya. Di money changer, ia serahkan se­lembar dolar Amerika. Seratus dolar sudah berubah men­jadi tujuh ribu empat ratus yen. Continue reading “ROPPONGI”

Bahasa »