Maman S. Mahayana
riaupos.co
KESADARAN penyair bahwa ia menempatkan puisi sebagai fakta, sebagai realitas, menuntutnya pada pemahaman, bahwa ia mesti berjuang membangun puisinya tidak sebatas mengangkat puisi alam atau mantra sebagaimana adanya, tidak juga sekadar menawarkan bentuk tranformasi atau usaha melakukan revitalisasi. Continue reading “Puisi Alam: Membangun Mitos Baru (Bagian Kedua)”
