Meredam Dendam Ala Gerson Poyk (1931-2017)

Yohanes Sehandi
Majalah Kabar NTT (terbitan Kupang), edisi: 33, Juli 2017

Naluri purba manusia umumnya adalah membalas dendam, kejahatan dibalas dengan kejahatan. Gigi ganti gigi, ungkapan yang sering kita dengar. Kalau itu terjadi, maka kejahatan di muka bumi ini tidak akan pernah berakhir. Kejahatan akan terus beranak-pinak dan bercucu-cecet. Pertikaian, kerusuhan, dan peperangan di mana pun dan kapan pun, sejak zaman baheula sampai dengan zaman digital sekarang ini adalah sejarah panjang dendam kesumat umat manusia yang dibalas dengan menghalalkan segala cara. Continue reading “Meredam Dendam Ala Gerson Poyk (1931-2017)”

Imajinasi Kematian Para Penyair

Ahmad Naufel *
riaupos.co

Kematian adalah peristiwa kelahiran kembali jiwa menuju muara keabadiannya. Karena itu, ia mengandung mozaik ketakterhinggan di mana nalar tidak akan bisa menjangkaunya. Sebab, kematian ada lah muara dari segala gemuruh yang tertampung dalam hidup ini. Ada-menuju-Kematian (Sein-zum-Tode) demikian kata filsuf-metafisikus Jerman, Martin Heidegger. Continue reading “Imajinasi Kematian Para Penyair”

Sangkar Emas

Awalludin GD Mualif

Seorang bijak pernah dalam doanya senantiasa meminta kepada Sang Penguasa Alam agar ia tidak di takdirkan hidup disuatu masa yang memiliki arti penting. Sebab kita bukan orang bijak, Yang Maha Kuasa pun tidak mengindahkan kita dan kita pula hidup pada masa yang memiliki arti penting. Dalam segala aspek bidang, jaman kitalah yang mendorong kita untuk menjadikan dan mengenalkan arti masa yang penting ini. Bagi seorang kreatif saat ini paham akan fenomena ini. Saat waktunya mereka membuka suara, kritikan dan serangan akan menghantam, ketika mengambil sikap santun dan apatis, mereka dicela/dihina tanpa ampun. Continue reading “Sangkar Emas”

Bahasa ยป