Ludruk Tobong

Darwis Rifai Harahap
http://www.analisadaily.com/

Bagi saudara-saudara kita yang tinggal di perkebunan, seperti Desa Sentis, Sampali, Hamparan Perak dan Marelan, kesenian Ludruk adalah kesenian rakyat yang akrab dengan mesyarakat setempat. Sayangnya, kesenian rakyat yang bernama Ludruk itu tak mampu bertahan hidup, karena kalah bersaing dengan saudara angkatnya yang dari barat. Continue reading “Ludruk Tobong”

“Menyelamatkan” Taufiq Ismail Menjadi Sastrawan

Saripuddin Lubis
http://www.analisadaily.com/

cerita ini dari Taufiq Ismail, “Kalau saja Soe Hok Djin tidak ada, barangkali Anda semua tidak akan pernah mengenal saya dan kita tidak akan berjumpa di sini”.

Ucapan itu selalu saja disampaikan Taufiq setiap kali ada kesempatan dialog terbuka dengannya. Pertama ketika berlangsung pertemuan Apresiasi Sastra Daerah di Hotel Mars, Cipayung, Jawa Barat. Kemudian pada Diklat Membaca Menulis dan Apresiasi Sastra (MMAS) tahun Hotel Purnama, Cipayung, Jawa Barat beberapa waktu yang lalu. Continue reading ““Menyelamatkan” Taufiq Ismail Menjadi Sastrawan”

Puisi-Puisi Imron Tohari

TELAGA RINDU *

Berperahu di tenang telaga, meniup suling dengan nada merdu
Langit biru yang indah, di pinggir telaga kebun buah-buahan subur
Adalah nyanyian kalbu diam-diam melukis wajah kekasih
Berbantal cincin hati kemala

Bekerja, terpisah jarak dengan keluarga
Di kota akhir-akhir ini pesona koin bak mandi madu kibasan bulu merak Continue reading “Puisi-Puisi Imron Tohari”

Dari Alif ke Amsal Mencari Tuhan?

Mihar Harahap
http://www.analisadaily.com/

AWAL bulan dan tahun 2012 ini, kebetulan atau kesengajaan, rasanya tepat sekali Redaktur menurunkan 3 cerpen yang berhasil menarik perhatian. Ada Eka Handayani Ginting, kali ini bercerita ‘Aku Ingin Melihat Kau Menangis, Ibu’. Disusul Sugeng Satya Dharma dengan judul singkat, ’Alif’. Kemudian, Ester Pandiangan yang diilhami ‘Amsal 30:17’. Menariknya, karena mengungkapakan bentuk kehidupan personal seseorang yang enak untuk disimak. Continue reading “Dari Alif ke Amsal Mencari Tuhan?”

Bahasa »