Zuriati
harianhaluan.com
Dekonstruksi cenderung dilihat sebagai sesuatu yang antiteori dan antimetode. Karena kecenderungan yang antiteori dan antimetode itu, ia mendapat tanggapan yang serius dari berbagai kalangan (ilmuwan), terutama kaum positivis dan kaum modernis. Mereka keberatan dengan dekonstruksi, karena ia cenderung relativis atau bahkan nihilistik terhadap diskursus, sehingga ia dikatakan sebagai intellectual gimmick, yang berarti ‘tipu muslihat intelektual’, yang tidak berisi apa-apa selain permainan kata-kata. Continue reading “Dekonstruksi Derrida dan Pengaruhnya pada Kajian Budaya (I)”
