MEMBINCANGKAN CERPEN KITA SEMUA BERJALAN MUNDUR
Benny Arnas *
harianhaluan.com
Tak ada yang kita tinggalkan kalau kita berjalan mundur….Demikian kalimat pembuka cerpen Sungging Raga yang berjudul Kita Semua Berjalan Mundur (KSBM) yang dimuat Koran Tempo (10/10/2010). Sepenggal kalimat yang—melalui cerpen tersebut—diakuinya dikutip dari buku puisi Afrizal Malna; Pada Bantal Berasap (Omahsore, 2010). Sebuah kalimat (kutipan) yang sangat filofosis. Continue reading “MENERTAWAKAN ROMANTISME DAN MENGGOSOK MASA LALU”
