Minal Huda Wal Furqon

Moh. Husen

Saya punya kawan namanya Saidun Furkon. Nama tersebut jelas bahasa Arab. Sa’idun artinya kebahagiaan. Furqon artinya pembeda. Sebagai tukang servis elektronik, dia harus terlebih dahulu membedakan komponen mana yang sebenarnya rusak, baru kemudian diperbaiki, endingnya adalah sebuah kebahagiaan: “Berapa ongkosnya Pak?” Continue reading “Minal Huda Wal Furqon”

PECAHAN

Taufiq Wr. Hidayat *

(1)
Pada senja yang hujan, seseorang seharusnya merapatkan jaketnya yang hitam. Sebuah stasiun. Dan waktu. Leo Tolstoy kedinginan di stasiun penghabisan itu. Tubuh penulis “War and Peace” ini lelah dan tua. Tubuhnya selesai dalam sejarah. Namun teks dari ketekunannya, tak terkubur. Sejarah patut berterima kasih pada Sophia Andreyevna, sang istri yang menyalin tulisan-tulisan tangannya yang rumit. Tolstoy cuma orang biasa. Tapi apa yang diusungnya; keabadian yang tak sekadar biasa. Continue reading “PECAHAN”

JALAN HUJAN

Taufiq Wr. Hidayat *

Melewati jalanmu. Menurun. Tikungan yang tajam. Pohon-pohon jati dan mahoni tumbuh dalam dadamu. Proyek jalan terus memadatkan jalanmu sampai membatu. Tapi mereka menambal jalanmu dengan bahan yang tidak kokoh. Seperti memoleskan mentega di atas sepotong roti.

Melewati jalanmu. Menanjak. Merekam suara dalam mesin penyimpanan. Tarian perempuan sintal di cakrawala televisi. Daging pipinya jatuh ke lantai. Kedua matanya menembak jantungmu, seperti kenangan samar pada rumah tua yang dihuni hantu. Hantu-hantu yang melayang membawa desah dan keluh dari masa lalu. Continue reading “JALAN HUJAN”