BABAD NUCA NEPA (FLORES)

Membaca “kedangkalan” logika Dr. Ignas Kleden?
(bagian XIV, kupasan ke nol dari sebelum paragraf ketiganya)
Nurel Javissyarqi

“Wahrheiten wollen erkannt und festgestellt, eben bewahrheitet sein; die Wahrheit selbst bedarf dessen nicht, sondern sie ist es, die allein bewährt, was irgend als wahr erkannt sein und gelten soll.” “Segala kebenaran maunya diketahui dan dinyatakan, dan juga dibenarkan; kebenaran itu sendiri tidak perlu akan itu, karena ialah yang menunjukkan, apa yang diketahui benar dan harus berlaku.” (Paul Natorp, Individuum und Gemeinschaft, terjemahan Dr. Mohammad Hatta). Baca selengkapnya “BABAD NUCA NEPA (FLORES)”

Overture 1812 Tsjaikovski dan Revolusi di Surabaya

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/2011/05/overture-1812-of-tsjaikovski-and-revolution-in-surabaya/

Bahasa musik ialah nada universal bagi jiwa umat manusia dan puisi dapat dikatakan anak turunnya. Alunan musik mampu memecahkan keheningan komunikasi seperti batu menjelma tuwung kencana untuk kesunyian lara alam semesta. Kesenyapan membentuk lagu merdu serta barangkali kata-kata menyempurnakannya, mewujud kerangka sejarah hingga peradaban sebagai bunga-bunganya. Baca selengkapnya “Overture 1812 Tsjaikovski dan Revolusi di Surabaya”

Alexander Porfiryevich Borodin (1833 – 1887)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/2011/06/alexander-porfiryevich-borodin-1833-1887/

Alexander Borodin, lahir 12 November 1833 di Saint Petersburg. Anak tidak sah dari seorang bangsawan Georgia, Luka Gedevanishvili, sedang ibunya asal Rusia, Evdokia Konstantinovna Antonova.

Sejak kecil mendapat pendidikan terbaik, termasuk pelajaran piano. Menerima gelar doktor dalam kedokteran di Akademi Medico, lantas mengejar karir di bidang kimia. Baca selengkapnya “Alexander Porfiryevich Borodin (1833 – 1887)”

Paul van Ostaijen (1896-1928)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/

Paul van Ostaijen (22 Februari 1896 – 18 Maret 1928) penyair juga penulis Flemish Bergia, lahir dan meninggal di kota Antwerpen. Awal puisinya dipengaruhi aliran-aliran Ekspresionisme, Surealisme, Dadaism. Keterlibatannya dalam aktivisme Flemish selama Perang Dunia I, hingga melarikan diri ke Berlin setelah perang, bertemu dengan banyak seniman, disamping mengalami krisis mental. Baca selengkapnya “Paul van Ostaijen (1896-1928)”

Johann Sebastian Bach (1685-1750)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=655

“Bach adalah semata-mata musik. Tiada literatur, tiada pernyataan kehidupan sendiri yang datang mengurangi kemurnian dari bunyi. Ia sekaligus sintese dari yang mendahuluinya, dan menjadi titik permulaan dari sesudahnya. Sekarang pun masih ada pengaruhnya terhadap musik modern. Kita bisa temukan dia lagi sampai ke konsert-konsert Stravinski dan Poulenc. Bach harus acap kali dibaca dan mungkin sekali orang belum bisa membukakan semua keindahan dari musiknya.” {Petikan pendapat J. Van Ackere, di buku Musik Abadi, terjemahan J. A. Dungga, Gunung Agung Djakarta, tahun lenyap, judul buku aslinya Eeuwige Muziek, diterbitkan N.V. Standaard-Boekhandel, Antwerpen, Belgie}. Baca selengkapnya “Johann Sebastian Bach (1685-1750)”