Mencari Jeck

Gita Nuari
http://www.suarakarya-online.com/

Setiap masuk bulan Ramadhan, entah kenapa aku selalu teringat Jeck, teman lama yang sudah kuanggap saudara sendiri. Setiap menjelang bulan Ramadhan atau setelah satu minggu ibadah puasa berjalan, Jeck suka datang ke rumahku membawa dua buah botol sirup, “Untuk buka puasa,” katanya. Tapi, baru beberapa ucap, ia pergi begitu saja tanpa kutahu kemana perginya. Sampai satu ketika Laras, istrinya, memintaku untuk mencarikan Jeck, atau mencari tahu dimana keberadaan Jeck saat itu. Continue reading “Mencari Jeck”

Sastra Perang Bagian dari Sejarah

Tito Sianipar
tempointeraktif.com

Sejarawan Asvi Marwan Adam mengatakan karya-karya sastra yang mengangkat latar perang dapat digolongkan menjadi bagian dari sejarah. Menurut Asvi, terdapat kesamaan unsur-unsur sejarah dengan karya sastra.

Asvi menolak anggapan ahli sejarah Kuntowidjojo bahwa sejarah berbeda dengan karya sastra. Dimana menurut Kuntowidjojo sejarah berbeda dalam hal cara kerja, kebenaran, hasil keseluruhan, dan kesimpulannya. “Pembedaan oleh Kuntowidjodo itu masih bisa diperdebatkan,” ujarnya dalam diskusi Sastra dan Perang di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (5/12) lalu. Continue reading “Sastra Perang Bagian dari Sejarah”

Membaca Sajak-sajak Halimi Zuhdy

Nurel Javissyarqi *

Bahagialah, insan yang memiliki keyakinan adanya Tuhan. Setidaknya manusia tersebut mempunyai kelebihan, dari pada kehadirannya tanpa kejelasan serupa hukum evolusi yang dangkal.

Iman laksana nyanyian halus, mengantarkan jiwa-jiwa ke dalam keindahan pemahaman. Warna natural yang di dalamnya tiada pengingkaran. Dan selemah-lemahnya penerimaan berdaya rindu kesungguhan. Continue reading “Membaca Sajak-sajak Halimi Zuhdy”

Mbah Jomblo sang Besutan dari Jombok**

Fahrudin Nasrulloh*
___Radar Mojokerto

Uwur-uwur kodok segoro
bandeng nener disaut ulo
Sukur-sukur peno jowo
tumut ngenger sak umur kulo
(Petilan kidungan Besut dari Mbah Jomblo)

Ia bernama Mbah Jomblo. Tampaklah panorama Dusun Jombok yang permai yang dikitari persawahan yang menghijau subur. Dan di daerah itulah ia pertama kali menghirup hiruk-pikuk dunia, yang kemudian ia lebih dikenal oleh warga sekitarnya dengan sebutan Mbah Jomblo. Continue reading “Mbah Jomblo sang Besutan dari Jombok**”

Bahasa ยป