: Rakhmat Giryadi
Bambang Kempling *
Bersama luruh daun
Pancaran mata meredub
Menuju lorong yang jauh
selepas azan dhuhur kami mengantarmu Continue reading “Bersama Luruh Daun”
: Rakhmat Giryadi
Bambang Kempling *
Bersama luruh daun
Pancaran mata meredub
Menuju lorong yang jauh
selepas azan dhuhur kami mengantarmu Continue reading “Bersama Luruh Daun”
Bambang Kempling
Ernest Hemingway dalam novelnya, The Sun Also Rises mempertanyakan mengapa laut tidak pernah penuh. Albert Camus lewat beberapa karya abadinya, terus menerus mempertanyakan tentang kenisbian dunia. Dalam periode tertentu, Rendra mempertanyakan tentang ketidakadilan, Afrizal Malna mempertanyakan ketimpangan sosial. Melalui proses dan jalan panjang, serangkaian pertanyaan itu kemudian mereka perjuangkan jawabannya dalam wujud karya outentik. Continue reading “BERMULA DARI OBSESI *”
Tentang Aku dan Listrik Hari Ini
Mahmud Jauhari Ali
dalam dekap cahaya panas
dadamu dihunus sebilah tembaga
tubuhmu roboh tepat di samping sebuah guci warna jingga
“Sabar! Kau harus sabar!” ucapmu pelan
tiba-tiba dadaku sesak
lalu kaupegang tanganku erat-erat
“Kau jangan sedih. Anakku akan datang menemanimu nanti.”
katamu lagi bersama mata yang sayu Continue reading “Puisi-Puisi Bambang Kempling dan Mahmud Jauhari Ali”
Review: Utopia Bunga-bunga
setelah lama kau sembunyikan luka
di bening mata anak-anak
bersama kita akan menulis
mimpi esok hari
setangkai bunga pagi
kepakan sayap kupu-kupu
adalah taman firdaus
yang mungkin pernah kita jaga Continue reading “Puisi-Puisi Bambang Kempling”