Laki-laki dari Pulau Salju

AS. Sumbawi

Sebagai seorang laki-laki, sebenarnya berapa teman perempuan anda? Hanya beberapa. Atau sepuluh. Seratus. Seribu. Barangkali seratus ribu dua ratus lima puluh enam. Tak terhitung. Ya, terserah berapa anda menyebutkan. Akan tetapi, Saya pasti akan meragukan jika anda mengatakan bahwa teman perempuan anda sebanyak jumlah perempuan yang hidup di dunia sekarang ini. Apakah benar demikian?! Continue reading “Laki-laki dari Pulau Salju”

Pesta (Poet in Exile)

Sunaryono Basuki Ks
jawapos.com

Perjalanan dengan bus malam dari London ke Paris menguras tenagaku, walau tempat duduk nyaman, sebagaimana biasa aku tetap tak bisa tidur dalam perjalanan. Widana dalam stelan jasnya yang trendy menjemputku di stasiun bus dan segera menggiringku menyeberang jalan dan masuk stasiun metro dan melaju ke Rue Losserand tempat dia tinggal bersama istri dan anaknya. Danielle menyambutku dengan hangat pada kunjunganku yang kedua ini. Kali ini aku sendirian, lima tahun sebelumnya aku datang bersama dua orang teman dalam perjalanan pulang dari Columbus, AS. Continue reading “Pesta (Poet in Exile)”

Kisah Pemburu Cinta

S. Jai

INI malam ke ribuan kali. Orang-orang tua itu menghajar mejanya dengan kartu. Bukan untuk mengenang masa silam yang kelam karena matanya, pikirannya cuma tertahan pada angka enam. Kakek-nenek itu tanpa bosan membariskan domino melukis totol macan. Tiada yang diacuhkan. Yang penting malam berlalu tanpa harus tahu untuk apa sebenarnya melaju. Continue reading “Kisah Pemburu Cinta”

HAH

AS Sumbawi

Hah. Aku tersentak. Bangun dari tidur. Buru-buru kuraba dada. Hah. Tanganku berlumuran darah. Ternyata bukan hanya mimpi. Benar. Aduh, bagaimana ini?! kataku sendiri. Pikiranku kelam mendung. Bingung.

Kulihat jendela terbuka dengan tirai yang tak tergerai. Sinar rembulan menerobos ke dalam kamar. Sementara udara terasa cukup dingin. Continue reading “HAH”

Foto Ibu

Ratih Kumala
cetak.kompas.com

Sudah kupikir masak-masak; jika aku kelak membuat tato, maka tato itu adalah wajah ibuku. Akan kuukir di kulit punggungku, lebih tepatnya lagi di bagian tengah punggung agar tak kelihatan jika aku memakai baju berpunggung agak rendah, atau kaos yang terlalu tinggi potongan pinggangnya, atau baju renang. Aku tak ingin ibuku melihatnya. Continue reading “Foto Ibu”

Bahasa ยป