Cerita dari Negeri Oranye

Rosdiansyah*
http://www.jawapos.com/

Menjejakkan kaki pertama kali di bandara internasional Schipol, Amsterdam, sama sekali tidak mengusir rasa kantuk setelah nyaris 14 jam duduk di pesawat jurusan Jakarta – Kuala Lumpur – Amsterdam. Namun rasa kantuk itu mendadak hilang saat tahu rekan-rekan para pengurus PPI Belanda telah menjemput dan begitu ramah membantu membawa koper serta mulai bercerita seputar kehidupan di Belanda. Continue reading “Cerita dari Negeri Oranye”

Belajar ke Madurodam

D. Zawawi Imron
jawapos.com

Siapa yang tidak kenal Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta? Di TMII hampir semua bentuk rumah tradisional dari seluruh provinsi di Nusantara ada, dalam ukuran yang sama dengan aslinya. Rumah tongkonan Toraja yang ada di anjungan Sulawesi Selatan sama besarnya dengan tongkonan yang ada di Ketek Kesu, Tana Toraja.

TMII berbeda dengan taman mini di Belanda yang terkenal dengan nama ”Madurodam”. Di sana bangunan-bangunannya sengaja dibuat kecil, dengan skala 1 : 25. Jadi, replika gedung-gedung bersejarah negeri Belanda yang ada di kompleks taman itu tingginya hanya sekitar satu meter. Continue reading “Belajar ke Madurodam”

Untukmu, Ras

Dian Purnama

Beranda

‘BIARKAN dia terus bersamaku,’ aku mengiba padamu. Tapi kau tetap diam. Kau terlalu angkuh untuk menjawab apa yang kuungkapkan. ‘Dengarkan aku, Ras! Dengar! Mengapa kau diam? Jangan pura-pura bodoh di depanku!’ demikian juga hardikku di tengah gelapnya malam.

Dan kau masih saja diam, Ras. Perempuan macam apa kau sebenarnya? Setankah kau ini, Ras? Tidakkah kau punya telinga untuk mendengar setiap ucap kata dan sumpah serapah yang kuhujam padamu? Atau jangan-jangan kau tak punya mulut? Kau hanya duduk bergelung di pojok ruangan sementara aku menghardikmu dengan segenap tenaga yang masih tersisa setelah perdebatan kecil kita tadi. Continue reading “Untukmu, Ras”

Aku, Asfin, Valent, dan Resta

Mariana Amiruddin
jawapos.com

”Sepertinya ada yang salah di mataku, sesuatu yang terselip…,” kata Asfin sambil berjalan di mall besar Jakarta dan menenteng beberapa pakaian. Bulu matanya tiba-tiba menjadi lentik melengkung ke atas. Aku meledeknya, ”Seperti artis Bollywood.” Lalu Asfin meronta-ronta karena ia paling tidak suka dibilang seperti orang India. Sementara Valent sibuk mengusap wajahnya yang berminyak dengan kertas penyerap minyak. Dan Resta dengan rambut pendeknya yang baru, diam saja sambil berjalan dengan kalung besar berbahan kayu melingkar di lehernya. Continue reading “Aku, Asfin, Valent, dan Resta”

Kekuatan Sastra Indonesia di Facebook

(Wawancara dengan Hudan Hidayat)

Arif Gumantia (Pewawancara)

Dengan adanya Facebook ini maka setiap orang bisa menghasilkan karya sastra yang dipublikasikan di Facebook. Baik itu Puisi, Cerpen, ataupun Esai. Oleh karena itu sangat menarik untuk menganalisa apa yang di sebut dengan Sastra Indonesia di Facebook. Dan berikut ini adalah wawancara saya dengan Hudan Hidayat, seorang sastrawan besar milik negeri ini yang sangat aktif mengembangkan sastra Facebook khususnya dan sastra cyber pada umumnya. Continue reading “Kekuatan Sastra Indonesia di Facebook”

Bahasa ยป